About Me

Foto saya
Call me everything you want, because I'm unique :D

Selasa, 23 April 2013

Minorty, aren't you?

well kali ini mau ngebuat postingan yang agak serius dikit ah
kali ini mau ngebahas tentang kaum minoritas

kenapa mau bahas ini? Pengen bahas aja, pengen share apa yang gue ketahuin, bukan bermaksud sok tua dan sok tau, cuma mau share apa yang ada di pikiran.

diindonesia ini gue termasuk kaum minoritas. Dilihat dari sisi apa? dari sisi ras dan agama. Gue disini gamau nge judge gue tersiksa atau apa ya, cuma mau sharing aja, agar kita bisa lebih menghargai sesama. Apalagi indonesia terkenal dengan kekayaannya yang beraneka ragam, beraneka ras dan agama :) alangkah lebih baik kalo bisa saling menghargai kan?

pas lagi denger ceramah di vihara, ada satu kalimat yang masih gue pegang buat jadi pedoman gue disini
"Kalau mau agama mu dihargai, ya hargai dulu agama lain. Karma still exist, why are you trying to hurt someone else just because they hurted you?"
"Jangan pernah kalo orang ngejelek2n kita, biarkan saja, biar orang lain bisa tau mana yang baik, kalau kamu melawannya sama saja kamu kaya orang itu kan?"
"Agama Buddha itu sering banget di jelek-jelekin, agama tidak bertuhan lah, agama pemuja patung, tapi kalian lebih tau tentang agama mu kan? Buat apa nanggepin mereka? Diagama kita sering ditekankan untuk menjaga pikiran dan perbuatan kan, jadi gak usah ditanggepin. Apakah sang buddha mengajarkan untuk mengatakan hal buruk tentang agaama lain yang menghina ajaran-Nya? tidak kan?"

Nah itu sekilas tentang ceramah yang sampe sekarang mudah-mudahan masih bisa gue praktekan

Jadi kaum minoritas sakit gak sih?
oh sakit lah pasti :)
banyak banget yang sering mencap jelek, berkata buruk, dijadiin bercandaan yang menyakitkan :)
contohnya "ah dia kan cina" "ah buddha mah kuno" "ih kakak lu kok mau sih sama orang cina"
hal seperti itu udah biasa untuk saya :) tapi yang saya lakukan itu menunjukan dengan sikap bahwa apa yang mereka nilai salah :)
pernah pas pemilihan OSIS disekolah saya, ada kata-kata dari teman saya yang nyakitin banget
salah satu dari calon ketua OSIS itu non-muslim, oya saya sekolah di sekolahan negeri :) nah pada saat pemilihan, menurut saya si kandidat itu memiliki jiwa pimpinan yang bagus juga, berhubung saya melihat gerak geriknya dari kelas 1 dan 2. Orangnya sabar dan gak gegabah, lantas tiba tiba saya mendengar perkataan teman saya "Ah jangan pilih si "x" ah, dia kan non muslim, kita kan gak  boleh milih ketua yang non muslim"
saya sakit banget denger itu, apakah dengan "agama" nya berarti menentukan semuanya? apakah dengan kepercayaannya menjadi sesuatu yang salah?

sebenernya masih banyak hal lagi yang cukup menyedihkan bagi kaum minoritas :) but lets just enjoy it :D  I believe karma still exist on my way.

terkadang orang yang terlalu fanatik dengan agamanya itu tidak bisa menghargai agama lain. Dari hal simple dan kecil seharusnya mereka bisa menghargai ruang lingkupnya yang umum. Banyak yang mengemukanan pendapat dengan kalimat pengantar "Menurut orang *nit* di dalam buku *nit* tertuliskan blablabla" entah kenapa gue langsung gak dengerin perkataan orang yg udah berbicara dengan kata menurut kepercayaannya, Saya tau apa yang anda percaya itu benar, tapi alagkah lebih baik tidak membawa perkataan itu, karna kita hidup dilingkungan umum. Entah kenapa sensi aja denger itu hehe

pernah juga loh ada kejadian yang memalukan di kantor kecamatan, pas nyokap gue mau bikinin KTP buat kakak gue. Nyokap gue muslim, bokap gue buddha, aren't they WRONG? as long as they still have their own religion. Di kantor kecamatan nyokap gue dihakimin sama orang kecamatan, dibilang gue anak haramlah karna bokap gue beda agamanya, dibilang nyokap gue disantet lah, nyokap gue dibego begoin karna  mau nikah sama yang beda. Hey come on dude! pekerjaan lo cuma bantu masyarakat,, bukan buat ngebully :) gue masih bingung sama pemikiran orang kaya gini, mereka gatau apa apa, dan mereka gatau apa arti haram sebenarnya. Apakah mereka tidak pernah diajarkan untuk "menghargai" agama lain? Bokap gue gak pernah ngelarang nyokap gue buat Sholat, puasa, bokap gue selalu ikutan kalo lebaran kok, nyokap gue juga sebaliknya, gak pernah ngelarang bokap untuk ibadah. Justru dikeluarga yang  ada perbedaan agama ini gue belajar menghargai agama lain :) yang gak pernah didapetin dikeluarga biasa lainnya :)

mungkin untuk baca cerita cerita diatas kurang ngebantu pemikiran kalian, tapi ketika kalian merasakan ketika di posisi kami (kaum minoritas) kalian akan mengerti.
banyak yang bikin gerakan-gerakan contohnya : (maaf) rohing ya, save palestine, karna adanya penindasan kaum minoritas disitu, tapi pernah kah kalia berfikir bahwa tindakan kalian sendiri tidak menindas kaum minoritas? Ayo berkaca duluu :) malah ada  yang ngejudge agama tertentu yang melakukan tindakan kejahatan itu, tapi guys, "SETIAP AGAMA MENGAJARKAN KEBAIKAN" ingat ituuu, tidak mungkin ada yang mengajarkan untuk membunuh, benar? :) jadi jangan membawa2 agama atas tindakan2 yang jahat gituu :) Saya sendiri termasuk anggota yang kalau saya bisa membantu saya membantu kasus2 save palestine dan rohing ya, dan banyak juga ibadah di vihara yang mendoakan mereka, jangan salah loh :)
di Indonesia sendiri banyak juga penindasan kaum2  minoritas.
contohnya:
- kerusuhan 98, terjadi pembunuhan masal bangsa chinna, pembakaran hidup2, mereka semua gak bersalah loh :)
- pembakaran tempat ibadah
- tidak diberi ijin pendiriian tempat ibadah / dipersulitnya pendirian tempat ibadah

Jadi, marilah kita saling menghargai sesama lain :) masih inget "Bhinneka tungga ika" kan?" ayoo kita sama sama membuat indonesia semakin rukun antar sesama:)