dari dlu w emang ska sama david.. tapi w ngg pernah berani untuk pdkt sampai pada suatu hari, w ngalamin kejadian yang ngg pernah w duga.
di terik siang matahari, dinda terus berjalan, pandangan matanya kosong. sampai saat ia menyebrangi jalan, ia tak tahu bahwa ada suatu bahaya yang datang kearah dia. sebuah mobil melaju kencang kearah dinda
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
"DAVIDDDDD..." dinda lari kearah david "ngg mungkin,, davidd bangunnn,,," air mata dinda pun mulai menetes tanpa henti. seseorang yang ia sayangi kini terbaring dengan penuh darah di semua bagian tubuhnya. david pun dilarikan ke sebuah rumah sakit. dinda pun pinggsan.
*dirumah sakit*
"david,,, david gimana keadaanya tan?" tanya dinda
"david koma, sekarang kita cuma bisa berdoa spaya dia cepet sadar."
"ini semua slah w tan,, coba kalo david ngg nolongin w, pzti dia ngg bkal gini.. harusnya w yang matii."
"hus jangan ngomong gitu."
hidup dinda pun kini terasa hampa. ia sangat menyesali kejadian itu.
seminggu kemudian
*Dikamar dinda*
dinda terbangun dari mimpinya. semua masalalunya kini sudah ia anggap sebagai kenangan, walaupun sampai saat ini david belum sadar dari komanya. di sudut kamarnya ia melihat seseorang lelaki, namun dinda tak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
"syapa loe?" tanya dinda
"aaku?? aku tak tahu siapa aku."
"lalu? knapa loe kesini?"
"aku juga ga tau.. hanya rumah ini yang aku ingat. dan sepertinya aku pernah melihat kamu."
"ha? dimana? terus gimana lo bsa masuk kamar w! "
lelaki itu pun berjalan menembus benda benda yang ada didepannya! lelaki itu bukan manusia. dinda pun mulai merasa takut dengan kehadiran lelaki itu. Hari hari berikutnya dinda mulai merasa resah, karena di setiap waktu cowok itu selalu mengikutinya namun tiada satu temannya yang menyadari pria itu. Dinda slalu bertanya mengapa ia tak bisa melihat wajah cowok itu. namun suara cowok itu pernah ia dengar dan tak bgitu asing.
udh hampir seminggu laki laki itu mengikuti dinda dan cowok misterius itu pernah menyatakan cinta ke dinda namun dinda tolak. kesabaran dinda pun habis.
"PERGI LOE DARI KEHIDUPAN GUE DAN JANGAN PERNAH GANGGU GUE LAGI."
triak dinda ke cowok misterius itu.
"Kenapa? apa loe bsa jaga diri loe? oke w akan pergi dari hidup loe. tapi ngg sekarang."
"Gue udah gede, w bsa jaga diri gue sendiri. "
dinda pun lari meninggalkan cowok itu.
dua hari kemudian
dinda berjalan dengan pandangan yang kosong. ia bingung apakah benar cowok itu telah meninggalkan dia. dan kejadian ini terjadi lagi seperti memberitahu dinda siapa sosok cowok tsb dinda menyebrangi jalan tanpa melihat arah kanan ataupun kiri. sebua mobil melaju kencang kearah dinda..
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
"daviddddddddddddddddddddd
david tak mengubris perkataan dinda, tubuh david pun menghilang dengan senyumannya yang khas untuk dinda..
"Kenapa vid,,, knapa loe ngg bilang kalo itu loe... kenapa w ngg bsa ngliat wajah loe... w bego... w ngg tau kalo itu suara loe.. knapa... KNAPAAAA???"" dinda pun berlari tanpa arah... tak memdulikan orang orang yang memperhatikan tingkah anehnya
"daviddddddddddd".........
__________________________
*seminggu kemudian*
"kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku"
terdengar alunan lagu dari kamar dinda. dinda hanya bisa nangis meratapi nasibnya (gue bangett -__-").
tok tok tokk
ada seseorang yang mengetuk pintu kamar dinda
"dinda..."
suara itu tak begitu asing di telinga dinda.... yah tk begitu asing,, dan dinda pun sadar itu adalah suara david.
"gak,, gak mungkin,, pasti w gila... david kan masih koma." pikir dinda
"dinda,,,, ayo buka sayang,, ada temen spesial kamu ni yang dateng." --> mama dinda
dinda pun membuka pintu.
"david?"
"hei"
"kok.. kok..???"
"hhe,, maaf ya,! sebenerya aku dah sadar dari koma dah lama, cuma w blom boleh keluar sama dokternya. ini ajj aku maksa .. hhe"
"ohh.." wajah dinda tampak sedikit kecewa
"kok oh? knapa? ngg seneng ya?"
"ahh engga kok hhe."
"ehhmm,,, din,, gimna kalo kita ngobrol diluar?"
"boleh"
*ditaman*
dinda dan david duduk berdua di sebuah taman dekat rumah dinda. mereka pun hanya berdiaman, tanpa ada yang memulai berbicara
"ehh.." dinda dan david bicara bersaman
"lu dulu ajj dav"
"ahh engak lu ajj kan ladies first hhe"
"dah lu ajj, w tadi cuma mau spik bayam ajj hhe"
"Oh.. iyah hhe. oia lu temennya tania kan? dia dah punya cowok blum?"
ucapan david membuat dinda kecewa. brarti slama arwah dia disisi w, dia ngg pernah inget??
"lu suka sama tania?"
"ahh,,, gimana ya? hhe abis tania lucu."
"ohh ya udah nanti w bantu deh."
"bener ya?? makasihhh ."
"oya vid, slama loe koma lu ngrasa apa aja?"
"w? w sih kayak mimpi gitu. w ketemu sama cewek, yang w ikutin slama brhari hari, tapi cewek itu ngg prnah mau deket ma w. kayaknya sih dia itu tania. makanya w pengen pdkt jga di dunia nyata hhe."
*apa?? jdi slama ini w dikira tania? ngg mungkin,, masa dia lupa sihh?!* lagi lagi dinda mengorbankan perasaannya. dia menjodohkan tania dengan david, dan perjodohan itu berhasil. hari ke hari dinda mulai merasa tak nyaman. dan dinda akhirnya memutuskan untuk pergi keluar kota dan melupakan semuanya.
*satu bulan kemudian*
dinda mulai merasa nyaman dengan kehidupn barunya. dan dia mulai bisa untuk terseyum bebas.
Kringgg Kringggg sebuah nomor tak dikenal menelpon dinda
"halo.. ini siapa?'
"ini gue david, loe ada dimana skarang> knapa loe ngilang?"
"eh,,, ehm w w,,, w cma mau mulai kehidupan baru ajj. tumben nelpon? knapa?"
"Gue pengen ngomong sama loe! loe ada dimana?! byar w ksono."
"Gue ada di smarangi, ngg mungkin kali lu ksini hha."
"oh smarang, oke deh! besok w ksana, lamyan w lagi libur kul, and disana ada rmah paman gue."
"eh.. benran? heee??"
"iyah, kita ketemuan dimana ni?"
"mm,, di pantai marina deh. bye"
"eh tunggu jam brapa?"
"loe tunggu ajj "
nit,, dinda mengakhiri telpon.
*keesokan harinya di pantai*
david terus menunggu dinda hingga larut malam, namun sosok dinda tak kunjung ia lihat.
"Dinda.. dimana loe? telpon lu ngg bisa gue hubungin."
david pun lelah dan berniat untuk pulang dan menunggu dikemudian hari. namun saat perjalanan ia pulang, ia melihat seorang perempuan sedang berjalan kearah pantai, perempuan itu adalah dinda.
"DINDAAAAA" --> teriak david
dinda pun menoleh, dan saat sadar bahwa david yang memanggilnya, dinda lari . david pun mengejar dinda, di tepi pantai dinda terjatuh.
"dinda knapa loe ngindar dari gue?"
"karna gue pengen ngelupain loe. loe ngg akan pernah ngerti apa yang gue rasain."
"gue ngerti.. gue tau.. w minta maaf."
"ngerti?? ngg akan ada yang bisa ngerti!"
"gue tau! sebernya cw itu bkan tania, tapi loe.. loe orang yang slama ini gue suka.. Loe cinta sejati gue yang slama ini gue cari."
dinda terdiam, david pun memeluk dinda....
"sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku"
THE END
"sorry ye kalo critanya rada anehh (aneh banget kali hha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar